ciri_ciri_guru_milenial_awal

Ciri-Ciri Guru Milenial: Tahapan Menjadi Guru Modern


Last Updated: 28 April 2021

Ada beberapa ciri-ciri guru milenial yang semestinya kita ketahui bersama, terlebih lagi bila anda seorang guru.

Guru Milenial menjadi pembahasan yang sedang ramai dikalangan pendidikan saat ini. Pasalnya, itu terjadi karena istilah Milenial yang dinilai memiliki banyak makna atau bermakna luas.

Mari kita ketahui lebih dalam tentang ciri-ciri guru milenial ini.

Makna Guru Milenial

Guru milenial diartikan sebagai guru yang hadir dan beraktivitas mengajar di masa milenial. Milenial berarti Generasi Y, dimana kelompok yang lahir setelah generasi X. Tidak ada tahun yang pasti untuk generasi ini. Namun para peneliti menggunakan awal tahun 1980 sebagai awal kelahiran kelompok ini. Sementara mereka yang lahir untuk tahun 1990 hingga 2000-an merupakan tahun kelahiran orang-orang yang termasuk dalam generasi ini.

Jika seorang guru yang untuk dekade ini masih menjalankan aktivitas sebagai pengajar, maka mereka dapat dikategorikan sebagai guru milenial. Artinya, guru yang mengajar generasi milenial.

Oleh karenanya, istilah guru yang mengajar saat ini memungkinkan untuk dikaitkan dengan istilah milenial karena para peserta didik mereka termasuk dalam generasi Y (Milenial). Jadi, perpaduan guru milenial adalah istilah yang dapat dimaknai sebagai guru yang mengajar di masa milenial.

Ciri-Ciri Guru Milenial

Siapa sih yang tergolong guru milenial itu? Bagaimana ia dapat dikatakan sebagai guru yang milenial? Beberapa pertanyaan itu akan terlintas dibenak kita, ketika mendengar istilah milenial.

Istilah ini merupakan penyemangat yang tentunya berarti bagi seorang guru. Istilah ini dapat membantu meningkatkan kemauan keras bagi seorang guru untuk beradaptasi dengan lingkungan baru dan era yang baru.

Oleh karenanya, sang guru harus tetap melatih diri untuk mempersiapkan pembelajaran yang lebih baik dimasa mendatang. Tantangan yang paling terlihat adalah dengan maraknya teknologi, dan pendidikan tentunya harus sejalan dan bergandengan dengan itu.

Ada beberapa ciri-ciri guru milenial yang dapat dimuat dalam bagian ini, antara lain sebagai berikut:

1. Matang Dalam Kompetensi Guru

Ciri-ciri guru milenial yang pertama adalah persoalan kompetensi. Pengetahuan akan kompetensi sangat penting. Kompetensi guru dimaksudkan untuk menciptakan ciri khas dari seorang guru sebagai pendidik, yang tentunya memiliki semboyan “Digugu dan Ditiru”.

Ini adalah bagian penting, sebab guru sejatinya menjadi model bagi banyak kalangan (tidak hanya pada siswa mereka semata). Guru juga akan dilihat oleh berbagai elemen masyarakat, seperti para pekerja buruh, orangtua, Ustad, dan masih banyak lagi.

Oleh karenanya, memahami akan kompetensi guru adalah bagian penting yang harus terus dilaksanakan dan dikembangkan oleh sang guru. Harapan nyata dari ini adalah terciptanya sosok guru yang menjadi panutan berbagai lapisan masyarakat.

2. Mengetahui Teknologi

Ciri-ciri guru milenial selanjutnya adalah mengetahui seputar teknologi. Teknologi benar-benar tidak dapat dipungkiri lagi bahwa mereka benar-benar berada ditengah-tengah kehidupan manusia saat ini.

Teknologi hadir diberbagai aspek kehidupan manusia. Mulai dari persoalan pakaian, belanja, makanan, minuman, informasi, dan lain sebagainya itu telah dibantu oleh teknologi. Seperti misalnya persoalan makan, yang hanya dengan melakukan pemesanan melalui teknologi, orang-orang dapat menerima makanan. Teknologi benar-benar meringankan pekerjaan manusia saat ini.

Hadirnya teknologi tentu dibutuhkan oleh manusia. Bahkan, ini mencakup hal yang bersifat pribadi manusia seperti Handphone. Bahkan banyak orang remaja hingga dewasa yang menggunakan Handphone dalam keseharian mereka.

Oleh karena itu, hal ini menjadi perhatian yang serius bagi seorang guru. Milenial harus memahami tentang teknologi yang ada, termasuk guru. Guru milenial akan lebih mudah menyeimbangkan antara teknologi dengan pendidikan, terlebih lagi bila ia mengetahui tentang teknologi yang lebih luas.

3. Siap Menerima Tantangan

Tantangan adalah hal yang mungkin paling sering ditemui di tahun ini, dimana era teknologi mulai berkembang. Tantangan yang dimaksudkan adalah persoalan pembelajaran, dimana kini mulai merujuk pada dunia teknologi. Artinya, kolaborasi pembelajaran dan teknologi semakin dibutuhkan saat ini.

Contoh sederhana adalah persoalan media pembelajaran, yang belakangan ini mulai mengedepankan persoalan audio-visual. Bagaimana guru dapat mengaplikasikan ini, dan membuat siswa merasa nyaman saat belajar di kelas? Tentunya pengetahuan tentang teknologi dibutuhkan, meski sedikit.

Ini menjadi tantangan tersendiri di tahun yang penuh teknologi ini. Oleh karenanya, mungkin perlu penambahan kompetensi yang dikhususkan untuk tahun ini, dimana teknologi menjadi bagian dari kompetensi guru dengan tolak ukur yang disesuaikan.

Tinggalkan komentar

0 Shares
Copy link
Powered by Social Snap