Guru di Masa Pandemi:
Panduan Mengajar di Kelas


informasi-analisa

Guru di masa pandemi memang sedikit berbeda.

Ini karena, kondisi saat ini membuat guru dan siswa mereka harus berada di tempat tinggal mereka masing-masing.

Beberapa hal yang akan anda ketahui disini seperti:

  • Menyikapi kondisi pendidikan di masa pandemi
  • Pembelajaran di masa pandemi
  • Peran guru di masa pandemi
  • dan masih banyak lagi.

Jadi, mari kita mulai penjelasan ini.

Daftar Isi

Menyikapi Kondisi Pendidikan Masa Pandemi


virus-corona

Masa pandemi, memang merubah segalanya, termasuk sektor pendidikan yang juga tersentuh.

Beberapa praktis teknis dalam pendidikan juga turut terpengaruh.

Contoh sederhana tentang ini adalah proses pembelajaran, yang dilakukan secara daring maupun luring.

Ini benar-benar suasana baru dalam lingkungan pendidikan Indonesia.

Kondisi Pendidikan di Masa Pandemi

Berbicara persoalan kondisi, tentu ini memberikan gambaran tentang teknis pelaksanaan di lapangan.

Kami melakukan pemantauan untuk mengetahui kondisi pendidikan saat ini, yaitu dari daerah yang memungkinkan untuk dijangkau.

Saat ini, dilokasi tempat kami bernaung, keadaan pendidikan masih berjalan dengan baik.

Tetapi, ini membuat lembaga sekolah harus untuk ditutup.

Alasannya masuk akal.

Itu karena daerah yang kami tinggali berstatus “Zona Merah” yang membuat kami harus menghabiskan waktu belajar mengajar melalui daring atau luring.

Sederhananya, hingga kini di beberapa daerah masih berlangsung kegiatan belajar mengajar dengan daring maupun luring.

Alat Belajar di Masa Pandemi

Bila pada umumnya, alat belajar yang dibutuhkan bagi seorang siswa itu semacam buku tulis, buku panduan, buku bacaan, pulpen, pensil, penghapus, dan lain sebagainya.

Begitu juga hal nya dengan alat mengajar guru, seperti buku belajar, spidol tulis, penghapus, dan lain sebagainya.

Tetapi, saat ini seluruhnya itu tidak dibutuhkan lagi.

Untuk saat ini, mereka hanya membutuhkan koneksi internet, dan smartphone/ laptop yang ada.

Ini benar-benar sesuatu yang baru untuk proses belajar mereka.

Sebenarnya, pembelajaran dengan metode daring ini sudah dikenalkan cukup lama.

Tetapi, ini lebih sesuai dengan pendidikan tingkat tinggi yang dihuni oleh orang-orang dewasa.

Jadi, bagi mereka dengan pendidikan dasar, ini adalah sesuatu yang baru.

Dampak Pandemi Terhadap Pendidikan


anak-sekolah

Keadaan pandemi ini, membuat beberapa dampak yang terjadi terhadap komponen pendidikan, terutama dua komponen penting yaitu Guru dan Siswa.

Masing-masing memiliki bentuk dampak tersendiri.

Beberapa bagian yang biasanya terlaksana dengan baik, kini berubah menjadi sesuatu yang abstrak.

Beberapa hal mengenai itu, akan diulas disini.

Mari kita ulas lebih dalam.

Dampak Pandemi Bagi Guru

Pertama, kita perlu mengetahui dampak pandemi bagi guru.

Kita akan mengulas soal pembelajaran lebih dahulu.

Umumnya seperti yang kita ketahui, bahwa guru mengajar dengan bertatap muka langsung dengan siswa.

Ini akan memberikan keluesan guru saat memamerkan media belajarnya, dan menjalankan seluruh rencana pembelajarannya.

Tetapi, pandemi membuat itu semua tidak terlaksana dengan sepenuhnya.

Guru, hanya mengajar melalui media perantara teknologi, yang juga menghambat beberapa aktivitas guru.

Masa pandemi, memaksa guru dan siswa harus bertatap muka melalui program Daring.

Ini bisa dalam bentuk suara, atau bahkan panggilan video.

Tentu itu terbatas.

Banyak faktor yang membuat ini terbatas, seperti:

  • Suara guru saat berkomunikasi melalui media video call
  • Dimensi layar, yang membuat beberapa media guru tidak terlihat
  • Atau resolusi video yang diterima siswa beragam, yang membuat beberapa bagian terlihat tidak jelas
  • Kualitas jaringan internet, yang bersifat dinamis (naik-turun)

Keadaan ini, membuat guru semakin kesulitan dalam menyampaikan materi pelajaran yang ada.

Hal yang biasanya dilakukan adalah dengan cara memandu siswa, dengan buku panduan yang ada.

Tetapi itu tidaklah akhir dari segalanya, untuk mencapai target pembelajaran yang ditetapkan.

Terkadang, media lain dibutuhkan untuk membelajarkan siswa.

Biasanya guru memiliki media mengajar yang ditempelkan di papan tulis, lantas bagaimana dengan kondisi saat ini?

Jadi, ini semakin mempersulit guru untuk menerapkannya.

Terkecuali, mereka mengetahui beberapa cara mengajar di masa pandemi.

Jangan khawatir, saya akan memberikan penjelasan tentang ini pada bagian akhir.

Dampak Pandemi Bagi Siswa

Selain bagi guru, siswa juga mengalami beberapa hal yang menjadi penghalang mereka dalam belajar di masa pandemi.

Mereka membutuhkan Gadget seperti Handphone, atau laptop untuk mendukung kegiatan belajar mereka.

Ini tentunya bukan sesuatu yang biasa bagi mereka.

Mari kita membayangkan sejenak.

Anak SD yang memulai pembelajaran dengan menggunakan laptop.

Ini sesuatu yang baru, dan mereka tidak mengetahui lebih banyak tentang laptop itu.

Bahkan, jenjang pendidikan mereka sendiri tidak memberi materi tentang pelajaran komputer (kecuali lembaga itu menjalankannya).

Siswa, tidak akan mendapatkan haknya secara utuh untuk menerima evalusi.

Ini berkaitan dengan guru.

Guru sulit untuk menemukan hasil evaluasi terhadap praktik belajar mereka saat pandemi.

Apa yang didapat oleh siswa?

Mereka hanya mengerjakan pekerjaan rumah mereka, dan penilaian akan lebih berfokus pada hasil pekerjaan mereka.

Siswa yang memiliki akhlak baik, terpuji, dan sebagainya tentu akan sulit untuk diberikan penilaian melalui daring.

Peran Guru di Masa Pandemi


guru-mengajar

Bagaimana peran guru di masa pandemi?

Semestinya ini menjadi pertanyaan segelintir orang, terutama mereka yang berprofesi sebagai seorang guru.

Apa yang akan dilakukan dalam masa pandemi ini?

Guru bertugas sebagai pengajar, dan itu tetap akan dijalankan saat masa pandemi.

Tetapi, bagaimana itu bisa berjalan efektif?

Pengajar Online

Terang saja, peran guru di masa pandemi ini sebagai pengajar online.

Dengan begitu, guru juga harus dibekali dengan pengetahuan seputar media teknologi.

Itu karena online membutuhkan pemahaman teknologi.

Guru harus paham persoalan internet, komputer, aplikasi yang digunakan, dan masih banyak lagi.

Beberap aplikasi yang umumnya digunakan guru untuk mengajar online seperti:

  • Zoom Aplication
  • Google Classroom
  • Zenius
  • dan masih banyak lagi

Beberapa aplikasi itu kerap sekail ditemui sedang digunakan guru dalam mengajar di masa pandemi.

Oleh karena itu, sebagai langkah awal adalah memahami tentang program aplikasi itu.

Saya tidak pernah membayangkan, bagaimana mereka akan mengajar bila tidak dibekali dengan pengetahuan seputar itu.

Penulis Artikel

Nampaknya ini sesuatu yang baru.

Online tentu saja membutuhkan media yang akan dipampangkan di depan layar untuk dilihat bagi peserta belajar.

Walau ini tidak selamanya berguna, tetapi pada keadaan tertentu guru membutuhkan artikel sebagai upaya memberikan pemahaman kepada para peserta didik mereka.

Diterapkan atau tidak, semestinya guru memahami tentang menulis artikel ini.

Guru harus banyak menghabiskan waktu mereka dengan membaca, mencari informasi, dan menuliskan sesuatu untuk bahan belajar mereka.

Penceramah Online

Ceramah adalah metode yang senantiasa diterapkan guru saat mengajar.

Ini bukanlah istilah yang baru lagi bagi para guru.

Biasanya, dalam kelas sanga guru akan membelajarkan siswanya dengan metode ceramah.

Saat ini, semuanya itu harus dilakukan secara online, melalui media video call misalnya.

Jadi, guru semestinya memahami tentang bagaimana berbicara dalam lingkup online.

Terkesan sepele, tetapi hal ini perlu menjadi perhatian.

Dalam melakukan ceramah untuk mengajarkan kepada siswa tentang sesuatu, guru harus memperhatikan beberapa kemungkinan yang terjadi.

Itu seperti koneksi yang mungkin tidak stabil, yang membuat pembicaraan sedikit melambat (Delay).

Jadi, sebagai penceramah online, semestinya lebih sabar akan hal ini.

Ini semua dimaksudkan agar pembelajaran berjalan dengan baik.

Tantangan Guru di Masa Pandemi


Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, bahwa masa pandemi membuat keadaan jelas berbeda.

Ada setidaknya beberapa tantangan yang harus disikapi seorang guru.

Itu terlihat seperti:

  • Kemampuan mendesain media
  • Kemampuan penggunaan teknologi
  • Kemampuan desain pembelajaran
  • dan masih banyak lagi.

Beberapa hal itu memang saling terkait, dan saya akan mencoba untuk menjelaskannya disini.

1. Kemampuan Berbaur dengan Teknologi

Ini adalah tantangan guru di masa pandemi yang pertama.

Berbaur dengan teknologi sepertinya saat ini menjadi suatu keharusan bagi seorang guru.

Ini meninggalkan kebiasaan-kebiasaan lama, yang terkadang mengabaikan teknologi.

Ini berkaitan dengan penerapan pembelajaran di saat daring.

Guru harus mengetahui tentang media yang digunakannya dalam mengajar, seperti:

  • Aplikasi yang digunakan dalam belajar
  • Memaparkan materi ajar melalui aplikasi yang ada
  • Bentuk absensi yang digunakan
  • dan masih banyak lagi.

Semestinya seluruhnya itu dibekali dengan baik untuk para guru yang mengajar melalui daring.

Sebagai contoh, seorang guru mengajar di kelasnya, hanya dengan tatap muka, dan mengedepankan metode ceramah.

Tidak ada yang salah dengan keadaan ini.

Tetapi, kehadiran media pembelajaran benar-benar tidak bisa diabaikan begitu saja.

Guru harus tetap menggunakan itu.

Lantas, bagaimana membuatnya tampil dalam aplikasi kegiatan belajar mengajar yang digunakan?

Anda dapat mengetahui lebih banyak tentang itu, pada halaman panduan penggunaan aplikasi Zoom untuk guru, yang sudah saya tuliskan di halaman berbeda.

2. Kemampuan Desain Pembelajaran

Istilah desain pembelajaran, semestinya tidak asing lagi bagi kalangan guru.

Ini dimaksudkan agar pembelajaran dirasa tidak membebani dan menarik untuk para siswa.

Sehingga, dengan desain yang menarik, tujuan akhirnya adalah mencapai tujuan pembelajaran kala itu.

Tentu di masa pandemi, keadaan ini membuat desain pembelajaran harus diputar arah, dan seperti yang kita ketahui bahwa itu bukan sesuatu yang mudah.

Sebagai solusi untuk hal ini, mari kita sejenak mempertimbangkan apa yang kita (sendiri) minati dalam media.

Beberapa poin yang dapat ditampilkan disini seperti:

  • Gambar
  • Desain grafis
  • Teks
  • dan lain sebagainya.

Sebuah trend terbaru, desain grafis belakangan ini menjadi perhatian yang menarik.

Mungkin ini dapat dijadikan sebagai salah satu opsi untuk menciptakan pembelajaran menjadi menarik.

Guru dapat membuat, atau mengambil dari berbagai referensi yang ada dan menampilkannya di media.

Kehadiran desain grafis seperti statistik, diagram, dan lain sebagainya menjadi sesuatu yang menarik.

Kesimpulan


analisis-diagram-grafis

Guru di Masa Pandemi memang harus lebih banyak melakukan upgrade terhadap pengetahuan yang dimiliki.

Ini tidak terbatas pada guru bidang studi apapun.

Semuanya memang harus melakukan upgrade pemahaman seputar teknologi.

Itu karena mereka akan bertemu dan berbaur dengan teknologi.

Ada sebuah aplikasi yang familiar dan banyak digunakan orang untuk penerapan pembelajaran bagi guru di masa pandemi.

Mereka harus memahami tentang itu, dan membuatnya menjadi sesuatu yang menarik bagi siswa.

Bagaimana anda melakukan kegiatan belajar mengajar di sekolah?

Bila menggunakan sesuatu yang baru, harap beri saya masukan dalam kolom komentar.

Tinggalkan komentar

0 Shares
Copy link
Powered by Social Snap