Tanpa Kategori

Hasil Belajar Siswa

Hasil belajar siswa lebih ke arah yang menggembirakan diantaranya, jika kemampuan guru mengajar bukan sekedar hanya melepas rodinya saja, seperti: mengajar menggunakan metode konvensional, mengajar secara klasikal dan tidak merespon siswa dengan baik.

Minat belajar siswa yang rendah, ini terlihat dalam kegiatan pembelajaran siswa masih ada yang tidak aktif. Motivasi belajar siswa kurang, karena terdapat beberapa siswa itu dalam merespon pembelajaran Pendidikan Agama Islam tidak semangat, hanya sedikit siswa yang fokus saat pembelajaran.

Tidak di dukung sarana dan prasarana, seperti ketika pembelajaran perlu menggunakan proyektor harus menunggu giliran karena unit proyektor yang ada tidak mencukupi. Kecerdasan siswa yang lemah, ini diakibatkan dari kebiasaan komsumsi makanan siswa yang buruk.

Latar belakang ekonomi keluarga siswa, pada umumnya orang tua siswa bekerja sebagai pekerja lepas, nelayan, dan lainnya. Serta gaya belajar siswa, yang belum dikondisikan penuh oleh guru.

Kegiatan belajar mengajar sasarannya adalah hasil belajar, jika cara belajar baik, maka diharapkan hasil belajarnya juga baik. Masalah hasil belajar sampai saat ini masih banyak didiskusikan pakar pendidikan dan stakeholder hal ini disebabkan hasil belajar siswa belum menunjukkan pencapaian yang menyenangkan.

Tanpa hasil belajar yang baik otomatis belum terciptalah tujuan pendidikan nasional sesuai UU No.20 Tahun 2003 Pasal 3 yaitu:

mengembangkan potensi siswa untuk menjadi manusia yang beriman dan takut akan Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga Negara yang demokratis dan bertanggung jawab.

UU No.20 Tahun 2003 Pasal 3

Pengupayaan menyejahterakan bangsa salah satunya dengan pendidikan. Tanpa pendidikan dapat dipastikan kehidupan suatu bangsa mengalami kemunduran.

Tidak didukung sarana dan prasarana, seperti ketika pembelajaran perlu menggunakan proyektor harus menunggu giliran karena unit proyektor yang ada tidak mencukupi. Kecerdasan siswa yang lemah, ini diakibatkan dari kebiasaan komsumsi makanan siswa yang buruk.

Tinggalkan komentar

0 Shares
Copy link
Powered by Social Snap