Pendidikan

Keributan Kelas: Bagaimana Mengatasinya?

Persoalan keributan kelas, adalah hal yang setiap hari dirasakan bagi seorang guru. Itu hal yang wajar, dan mungkin tidak akan pernah terhindar dari keadaan ini. Seorang guru semestinya telah siap dengan berbagai caranya sendiri, untuk menyelesaikan persoalan ini.

Tetapi, tidak sedikit juga diantara para guru yang masih kebingungan dengan bagaimana cara mengatasi keributan kelas yang dihadapinya. Mari kita ketahui lebih dalam.

Ketahui Penyebab Keributan Kelas

Langkah yang pertama adalah mengetahui sumber dari penyebab keributan itu terjadi.

Terkadang, tanpa disadari itu terjadi karena ulah sang guru sendiri.

Tetapi ini tidak bermaksud untuk menyudutkan guru semata.

Memang terkadang, pembelajaran yang bervarian tentu membuat siswa merasa nyaman saat mengikuti kegiatan belajar mengajar.

Sebaliknya, kegiatan belajar yang membosankan tentu berpotensi untuk terciptanya keributan kelas.

Jadi, tidak ada alasan lain bagi seorang guru selain mencari tahu tentang penyebab keributan kelas yang terjadi dalam pembelajarannya.

Cara Mengatasi Keributan di Kelas

Selanjutnya timbul pertanyaan, “Bagaimana cara mengatasi keributan kelas?”

Baiklah, disini akan dijelaskan secara gamblang untuk persoalan yang satu ini.

Keributan kelas terjadi karena banyak faktor, dan itu tidak terjadi dikarenakan satu faktor saja.

Ini berkaitan dengan seluruh elemen dalam kegiatan belajar mengajar yang berlangsung.

Tetapi, disini saya akan mencoba memberikan sedikit gambaran tentang bagaimana mengatasi keributan di kelas, yang kerap sekali saya terapkan dalam setiap kelas pembelajaran.

Tentunya, ini semua berdasarkan analisa sederhana, tentang faktor apa yang paling besar sehingga terciptanya keributan di kelas.

1. Catatan Siswa Yang Ribut

Memang ini terkesan kuno, karena metode ini sudah dijalankan sejak zaman dahulu.

Metode catatan siswa yang ribut, dinilai memberi dampak positif terhadap kondisi kelas saat pembelajaran berlangsung.

Teknisnya beragam, guru dapat mencatat dengan sendirinya, atau bahkan dapat juga menunjuk salah seorang siswa untuk mencatat temannya yang ribut.

Keduanya tidak menjadi persoalan.

Tetapi sepanjang perjalanan, metode ini memang memberi nilai positif, walau tidak berlangsung lama.

Selama melakukan percobaan, kondisi kelas kembali ribut seperti semula setelah berlalu selama 20 menit.

Itu artinya, ini baik untuk diterapkan dalam kondisi tertentu.

Mungkin ini dapat dijadikan sebagai opsi untuk mengatasi keributan kelas itu.

2. Diam Sejenak

Terkadang, berdiam sejenak dapat mendinginkan suasana, baik untuk diri sendiri maupun dalam kelompok.

Termasuk dalam kelas, ini juga dapat dilakukan.

Semestinya ini diterapkan oleh guru di kelas.

Bila menghadapi keadaan dimana kelas mulai ribut, maka guru dapat menerapkan cara yang satu ini.

Berdiamlah sejenak, dan perhatikan setiap siswa yang ribut itu.

Terkadang ini berhasil.

Mereka akan dengan sendirinya menutup keributan mereka.

Perlihatkan kepada mereka tentang kekecewaan guru saat berada di kelas mereka.

Mungkin dengan menampakkan raut wajah kecewa, atau dengan cara lainnya.

Setelah keributan itu mereda, maka guru dapat melanjutkan ke cara menghadapi keributan di kelas selanjutnya.

3. Memberi Nasihat

Seperti orang-orang yang melakukan kesalahan pada umumnya, guru dapat memberikan nasihat terhadap kelas yang di ribut itu.

Ini merupakan cara mengatasi keributan di kelas selanjutnya, setelah poin nomor 2.

Setelah guru berdiam diri sejenak dan memastikan kondisi kelas hening, maka selanjutnya guru memberikan nasihat.

Ini beragam. Dapat memberikan nasihat berupa kekecewaannya, atau dampak buruk dari siswa yang suka ribut.

Ini semestinya bergantung pada sang guru, dengan teknis yang bagaimana ia dapat melakukannya.

Tetapi ini sangat tepat.

Itu karena sebelumnya, keadaan kelas sudah hening, dan ini sangat memungkinkan bagi guru untuk memberikan suatu pandangan.

Ini lebih memungkinkan untuk didengar oleh para siswa.

Tetapi, ancaman bukanlah solusi yang disarankan.

Itu hanya menakuti mereka dan memberikan kesan berlebihan untuk guru.

Jadi, ini tidak menjadi rekomendasi saya.

Memberi ancaman kepada siswa yang berkelompok, itu membuat pribadi guru yang tidak designer. Semestinya, guru mampu mendesain pembelajarannya sendiri tanpa memberi ancaman.

Sebaiknya, hindari bentuk-bentuk kalimat yang berupa ancaman terhadap siswa.

reza_lubisel_tanpa_tanda_tangan

Artikel dari

Reza Noprial Lubis, M.Pd

Senang menulis berbagai hal yang dilewati. Nikmati berbagai pengalaman pribadi yang saya tuliskan.

Tinggalkan komentar

0 Shares
Copy link
Powered by Social Snap