Orangtua Harus Tahu, Bahaya Lingkungan Terhadap Anak!


Pendidikan berupaya dalam mencapai tujuan yang dicita-citakan dengan bergantinya Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) ke Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), selanjutnya ke Kurikulum 2013 yang menekankan pada pendekatan saintifik (Sainfitic Approach). Namun perlu dijadikan catatan penting tentang perkembangan di era globalisasi ini dengan lahirnya teknologi yang belakangan mengikis moral dan akhlak manusia. Modern ini, kita banyak dihantui dengan premanisme, begal, yang memberikan gambaran bahwa prilaku manusia sekarang ini sudah sulit untuk dikontrol. Tak pandang usia, pelajarpun ikut ambil peran didalamnya. Ini merupakan ancaman. Diperlukan suatu tindakan untuk menghindari hal ini.

IMG_6826

Baru-baru ini muncul suatu isu dikalangan pendidikan kita, yakni akan diadakannya program sekolah dengan Sistem Full Day School. Jika dilihat lebih jauh, sistem ini telah dijalankan oleh beberapa sekolah, termasuk bagi sekolah yang ikut serta dalam Jaringan Sekolah Islam Terpadu, Full Day tentu tidak asing lagi bagi mereka. Melihat dari yang ada, bahwa sistem ini dinilai cukup positif. Mengapa demikian? Karena hanya sekolah-lah satu-satunya wadah yang dapat membelajarkan anak secara utuh, bahkan hampir tidak dapat terlihat adanya penanaman nilai negatif terhadap anak di sekolah.

Berikut konsep desain yang dapat saya gambarkan mengenai Full Day School dan ketiga subjek pendidikan:

desain-segi-positif-pendidikan-berdasarkan-unsurnya

Keterangan:

Merah Jambu= Sisi Positif

Biru= Pendidikan

Hijau= Lingkungan

Ungu= Keluarga

Desain di atas menjelaskan bahwa pendidikan paling dasar yaitu keluarga, dapat memberikan dampak postif dan negatif. Terdapat beberapa hal yang membuat keluarga sebagai sumber pendidikan utama tidak selamanya memberikan nilai positif terhadap anak. Demikian halnya dengan lingkungan dan sekolah, juga tak selamanya memberikan nilai positif terhadap anak.

Berbalik dengan peranan lingkungan, peranannya dinilai memberikan pengaruh yang sangat besar dibandingkan keluarga. Pengaruh yang ditimbulkanpun tidak selamanya positif, bahkan nilai negatif yang dapat timbul dari lingkungan ini lebih besar. Nilai positif memang bisa saja didapati dari lingkungan, tapi itu hanya sebagian kecil saja jika dibandingkan dengan kebutuhan nilai-nilai postitif anak yang sangat besar. Banyak contoh yang terjadi, diantaranya anak yang baik dalam lingkungan keluarga, dididik dengan baik oleh orangtuanya, namun sayang, bergaul dengan lingkungan yang tidak baik membawanya menjadi anak yang nakal. Ini banyak terjadi di lingkungan kita sehari-hari.

Pendidikan di sekolah, jelas memberikan nilai penuh kepada siswa. Karena, tidak ada satu sekolahpun yang memberikan pengajaran negatif kepada siswa, terkhusus pada peranan guru yang sejatinya memiliki kompetensi yang diatur dalam Undang-Undang Republik Indonesia No. 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen. Layaknya seorang guru, pastilah memberikan nilai baik terhadap anak didiknya. Dari penampilannya saja sudah memberikan nilai baik terhadap anak. Lingkungan sekolah yang disusun sedemikian rupa semata-mata untuk menunjang nilai positif terhadap anak. Gaya berbicara, kebersihan lingkungan, kegiatan belajar mengajar, kegiatan bermain, dan sebagainya memberikan nilai positif terhadap anak.

IMG_3404

Berdasarkan uraian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa pendidikan merupakan wadah bagi anak untuk belajar dan mendapatkan nilai positif secara menyeluruh yang berpengaruh pada diri anak itu sendiri. Oleh sebab itu, kita sebagai orangtua harus paham akan hal ini. Pendidikan Full Day School dirasa perlu untuk diterapkan di sekolah, untuk mengimbangi lingkungan yang belakangan ini menjadi sorotan negative dalam pandangan kita. Namun, peranan orangtua tidak serta merta tergantikan dengan adanya kegiatan Full Day School ini, melainkan orangtua tetap memberikan nilai-nilai positif diluar lingkungan sekolah. Misalnya, sepulang sekolah (biasanya pukul 16.00 wib) orangtua bisa mengambil kesempatan untuk berkumpul bersama keluarga lengkap. Disinilah kesempatan yang cukup baik dan sangat menarik untuk diterapkan. Disamping itu, Full Day School juga biasanya memilih untuk meliburkan sekolah dihari sabtu dan minggu. Ini menjadi poin penting bahwa keluarga juga dipandang perlu. Waktu libur ini cukup efektif bila dimanfaatkan untuk berkumpul dan liburan bersama keluarga.

Tinggalkan komentar

0 Shares
Copy link
Powered by Social Snap