Tanpa Kategori

Pengertian Belajar: Ini Konsep Menurut Para Ahli

Pengertian belajar memang kerap sekali kita dengar, terutama dari perseorangan. Namun, untuk menguatkan akan suatu pendapat, tentu kita perlu melihat tentang pengertian belajar menurut para ahli. Oleh sebab itu pada bagian ini akan dijelaskan tentang pengertian belajar menurut para ahli.

Pengertian Belajar Secara Umum

Secara umum, belajar dimaknai sebagai kegiatan kegiatan yang dilakukan secara dasar dan terencana untuk tujuan perubahan tingkah laku menyangkut kognitif, afektif, dan psikomotorik.

Belajar bertujuan akhir yakni perubahan tingkah laku, yakni dimana setiap manusia yang telah melewati proses belajar, diharapkan berubah tingkah lakunya menjadi sesuatu yang lebih baik dari sebelumnya.

Tingkah laku tentu didasari dari pemikiran dan akal yang baik. Perilaku yang baik, dihasilkan dari pikiran yang baik pula. Begitu pula sebaliknya, perilaku yang buruk berasal dari pemikiran yang buruk.

Maka oleh sebab itu, belajar akan membentuk pemikiran yang baik, sehingga akan merubah tingkah laku menjadi sesuatu yang baik.

Pengertian Belajar Menurut Para Ahli

Berkaitan dengan pengertian belajar secara spesifik, maka dalam hal ini perlu mengutip dari beberapa sumber yang dianggap relevan. Ada beberapa ahli yang mengungkap tentang pengertian belajar yang lebih spesifik.

Nuzairina mengungkapkan bahwa belajar adalah:

Tidak semua perubahan yang terjadi pada diri seseorang merupakan hasil belajar. Perubahan yang disebabkan karena pertumbuhan, perkembangan dan kematangan bukan merupakan akibat belajar. Seperti pertumbuhan jasmani (tinggi badan) bukan merupakan hasil dari belajar. Perubahan pada aspek psikis relatif sulit diidentifikasi, karena yang nampak hanya tingkah laku. Perwujudan tingkah laku itu meliputi perkembangan perceptual (pengamatan ruang dan situasi), perkembangan penguasaan motorik, perkembangan penguasaan pola-pola keterampilan mental fisik (kecerdasan, ketangkasan, kecermatan), maupun perkembangan pengetahuan, bahasa dan berpikir.

(Nurzairina, 2014: 44)

Dari pandangan di atas, dapat diambil kesimpulan bahwa Nuzairina mengungkap tentang fokus pada hasil dari belajar itu sendiri. Perubahan yang dimaksudkan bukanlah perubahan pada jasmani seseorang, melainkan kecerdasan, ketangkasan dan kecermatan.

Berkaitan dengan hal itu, pendapat lain dikemukakan oleh Djamara & Aswan, yang mengatakan bahwa:

Belajar adalah aktivitas yang dilakukan seseorang untuk mendapatkan perubahan dalam dirinya melalui pelatihan-pelatihan atau pengalaman-pengalaman. Para ahli menekankan pengalaman dan latihan sebagai kegiatan mediasi bagi kegiatan belajar. Woolfolk dalam Baharuddin dan Wahyuni juga mengatakan bahwa “Learning occurs when experience causes a reality permanent change in an individual knowledge or behavior”.

(Djamara & Aswan, 2006: 14)

Belajar itu menghasilkan perubahan dari proses pelatihan dan pengalaman yang dilalui seseorang. Ini merupakan kegiatan mediasi dalam perubahan tingkah laku manusia.

Masih dalam hal yang sama, Slameto berpandangan bahwa:

Belajar adalah syarat mutlak untuk menjadi pandai dalam semua hal, baik dalam hal ilmu pengetahuan maupun dalam hal bidang keterampilan atau kecakapan. Belajar adalah proses usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan sebagai hasil pengalaman individu itu sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya.

(Slameto: 1988: 2)

Pandangan di atas menyimpulkan bahwa belajar akan membuat manusia mengetahui dalam segala hal, baik dalam ilmu pengetahuan maupun dalam bidang keterampilan dan kecakapan. Hal ini terlihat lebih kompleks, karena belajar akan membentuk segala hal dalam hidup, terlebih lagi kepribadian manusia.

Dalam bagian yang lain, Slameto meneruskan dan mengatakan bahwa:

Menurut Slameto, “belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya”.

(Slameto: 2010: 2)

Belajar akan membuat seseorang memperoleh pengetahuan dan perubahan tingkah laku secara keseluruhan. Ini juga akan mempengaruhi bagaimana seseorang berinteraksi dengan lingkungannya. Pendapat ini dinilai kompleks dan cukup luas.

Winkel juga mengemukakan tentang pengertian belajar, yakni:

Belajar akan menghasilkan perubahan-perubahan meliputi hal-hal yang bersifat internal seperti pemahaman dan sikap, serta mencakup hal-hal yang bersifat eksternal seperti keterampilan motorik dan berbicara dalam bahasa asing.

(Winkel, 1996: 55)

Farida Jaya juga mengatahakn bahwa:

Belajar adalah suatu tahapan perubahan tingkah laku individu yang dinamis sebagai hasil pengalaman dan interaksi dengan lingkungan yang melibatkan unsur kognitif, afektif dan psikomotorik. Dengan kata lain, belajar adalah suatu proses dimana kemampuan sikap, pengetahuan dan konsep dapat dipahami, diterapkan dan digunakan untuk dikembangkan dan diperluas. Keberhasilan belajar akan menimbulkan rasa percaya diri yang tinggi, senang, serta termotivasi untuk belajar lagi, karena belajar tidak hanya meliputi mata pelajaran, tetapi juga penguasaan, kebiasaan, persepsi, kesenangan, minat, penyesuaian sosial, bermacam-macam keterampilan dan cita-cita.

(Jaya, 2014: 3)

Dari beberapa pendapat para ahli di atas, dapatlah dipahami bahwa pengertian belajar itu adalah suatu proses perubahan tingkah laku dari yang tidak tahu menjadi tahu. Dari sini, dapatlah dilihat bahwa dalam suatu kegiatan belajar itu tentunya ada seorang guru, dan ada pula muridnya.

Referensi

  1. Farida Jaya. 2014. Diktat. Perencanaan Pembelajaran. Medan: Institut Agama Islam Negeri Sumatera Utara.
  2. Winkel. 1996. Psikologi Pengajaran. Jakarta: Grasindo.
  3. Slameto, 1988, Belajar, Jakarta: Bima Aksara.
  4. Slameto. 2010. Belajar & Faktor yang Mempengaruhi. Jakarta: PT. Rineka Cipta, h. 2.
  5. Syaiful Bahri Djamara dan Aswan Zain. 2006. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: PT Rineka Cipta.
  6. Nurzairina. 2014. Psikologi Belajar. Medan: IAIN SU.

Tinggalkan komentar

0 Shares
Copy link
Powered by Social Snap