ilustrasi_guru

Pengertian Guru: Konsep Dasar Menurut Para Ahli


Last Updated: 13 Maret 2021

Guru merupakan sosok penting dalam lingkup pendidikan.

Oleh karenanya penting juga bagi kita untuk mengetahui tentang pengertian guru secara konseptual.

Ini dimaksudkan agar tidak salah kaprah dengan makna dari istilah “GURU” itu.

Saya berpikir, bahwa anda juga beranggapan yang sama tentang guru adalah sosok yang ditiru.

pengertian_guru

Dengan mengetahui makna dasar dari istilah guru, dengan begitu diharapkan kita mengetahui bagian yang lebih luas yang mencakup tugas guru, fungsi guru, dan lain sebagainya.

Mari kita dalami lebih jauh lagi.

Pentingnya Mengetahui Pengertian Guru

Mengapa ini dinilai penting?

Guru adalah istilah yang tidak asing lagi ditelinga orang banyak.

Itu karena istilah ini sangatlah dekat dengan kehidupan sehari-hari manusia.

Bahkan, setiap apapun yang memberikan pelajaran kepada kita, dapat dikatakan sebagai guru.

Tapi secara konseptual, deskripsi itu sangatlah sederhana dan tidak dapat dijadikan panutan.

Oleh karenanya, penting bagi kita untuk mengetahui makna dasar dari istilah guru.

Tempat-tempat kita untuk mengetahui itu adalah dengan melihat teori-teori yang ada, atau yang telah dituliskan oleh para ahli melalui buku-buku terbitan mereka.

Ada satu hal lain yang dinilai sangat sakral, dan dapat dijadikan alasan betapa pentingnya memahami makna guru ini.

Pernahkah anda mendengar istilah Klasifikasi Ilmu menurut Imam Al-Ghazali?

Teorinya adalah yang sangat terkenal dikalangan praktisi pendidikan.

Umumnya, orang-orang yang berlatar belakang pendidikan tidak akan asing lagi dengan teori pemikiran ini.

Imam Al-Ghazali membagikan ilmu menjadi 2 (dua) bagian, yaitu:

  • Fardhu Kifayah
  • Wajib

Fardhu Kifayah bermakna, bila suatu bidang ilmu sudah ditekuni oleh sebagian orang, maka lepaslah tanggung jawab pribadi untuk menekuni ilmu itu.

Sebagai contoh, ilmu kesehatan. Perlu bagi kita untuk mempelajari bidang ilmu ini.

Tapi, tidaklah mungkin semua orang akan menjadi Dokter.

Oleh karenanya, keilmuan semacam ini termasuk Fardhu Kifayah, dan bila sudah ditekuni sebagian orang, maka lepaslah tanggung jawab yang lainnya untuk menekuni bidang yang sama.

Kemudian persoalan Ilmu Wajib, yang bermakna bahwa setiap orang wajib mempelajari ilmu tertentu.

Contoh dalam bagian ini adalah Ilmu Ke-Islaman/ Keagamaan.

Setiap orang wajib mempelajarinya, dan tidak ada alasan untuk tidak mempelajari ini.

Itu karena setiap orang akan mempertanggunjawabkan perbuatannya di dunia terhadap Tuhannya.

Jadi, kaitan ilmu yang dibahas ini dengan GURU adalah bahwa tidak semua profesi mentransfer ilmu dikatakan sebagai guru.

Mengapa?

Apakah untuk mempelajari Ilmu Hitam, dapat dikatakan guru?

Mungkin benar bagi mereka. Tapi, keadaan itulah yang menjadi landasan betapa pentingnya kita mengulas informasi tentang pengertian guru ini.

Pengertian Guru Menurut Para Ahli

Hal yang paling mendasar adalah kita mengetahui tentang pengertian guru menurut para ahli.

Ini langsung mengambil referensi dari berbagai teori yang disajikan para ahli, melalui buku-buku terbitan mereka.

Ini penting untuk dilakukan, untuk mendapatkan jawaban pasti terhadap suatu persoalan tertentu.

Kata guru (dalam bahasa Indonesia) merupakan padanan dari kata teacher (bahasa Inggris). Guru adalah orang yang pekerjaan atau mata pencahariannya adalah mengajar (instructor) atau mendidik (educator)[[Akhyak. 2005. Profil Pendidik Sukses: Sebuah Formulasi Dalam Implementasi Kurikulum Berbasis Kompetensi. Surabaya: eLKAF.]].

Lebih lanjut, Langgulung[[Langgulung, Hasan. 1988. Pendidikan Islam Menghadapi Abad KE 21. Jakarta: Pustaka Alhusna. h. 86.]] mengatakan bahwa guru adalah orang dewasa yang bisa bertanggung jawab memberi bimbingan dalam perkembangan jasmani dan rohani agar mencapai tingkat kedewasaan (maturity).

Sardiman[[Sardiman. 2011. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: PT Rajagrafindo Persada. h. 125.]] mengatakan bahwa yang mengawakan bahwa setiap pada diri guru itu terdapat tanggung jawab untuk membawa para siswanya pada suatu kedewasaan atau taraf kematangan tertentu. Dalam hal ini, gur tidak semata-mata sebagai pengajar yang melakukan transfer ilmu (transfer of knowledge), tetapi juga sebagai pendidik yang melakukan transfer of values dan sekaligus sebagai pembimbing yang memberikan pengarahan dan menuntun siswa dalam belajar.

Lebih luas, Zahroh[[Zahroh, Aminatul. 2015. Membangun Kualitas Pembelajaran Melalui Dimensi Profesionalisme Guru. CV Yrama Widya. h. 4]] mengatakan bahwa guru adalah semua tenaga kependidikan yang menyelenggarakan tugas-tugas pembelajaran di kelas untuk beberapa mata pelajaran, termasuk praktik atau seni vokasional pada jenjang pendidikan dasar (elementary level) dan menengah (secondary level).

{{referensi}}

Tinggalkan komentar

0 Shares
Copy link
Powered by Social Snap