Setting Autoptimize WordPress:
Panduan Penting Tahun 2020


setting_autoptimize_wordpress

Autoptimize merupakan sebuah plugin yang diperlukan untuk kecepatan WordPress, dan disini saya akan memberitahukan tentang setting Autoptimize WordPress terbaru untuk tahun 2020.

Beberapa hal yang akan anda ketahui disini seperti:

  • Sekilas tentang plugin Autoptimize
  • Cara setting Autoptimize WordPress 2020
  • dan masih banyak lagi.

Jadi, mari ikuti penjelasan ini hingga usai.

Daftar Isi


 

Plugin Autoptimize WordPress


plugin_autoptimize_wordpress

Apa Itu Plugin Autoptimize WordPress

Autoptimize WordPress adalah sebuah plugin yang disediakan dan dapat diakses dalam directory WordPress.

Anda dapat dengan mudah menemukannya, melalui fitur pencarian yang ditawarkan oleh WordPress.org.

Autoptimize WordPress seperti yang tertera pada judul pembahasan kali ini, adalah sebuah plugin yang ada dalam Directory Wordrpess.

Bila anda pengguna wordpress.com, maka anda tidak akan dapat menerapkan ini, kecuali anda melakukan upgrade situs web anda.

Namun bila anda pengguna wordpress.org, maka tentunya anda tidak asing lagi dengan plugin yang satu ini.

Jika anda mengunjungi directory wordpress untuk plugin, maka anda akan menemukannya disana.

Fungsi Plugin Autoptimize

Sebelum terlalu jauh membahas tentang hal ini, maka anda perlu mengetahui terlebih dahulu tentang plugin yang satu ini.

Autoptimize sangat berguna untuk akselerasi situs wordpress anda.

Autoptimize wordpress akan memiliki pengaruh besar untuk situs web anda.

Diantara beberapa fungsi dari Autoptimize akan terlihat pada poin di bawah ini:

  • Inline HTML, CSS, JVScript wordpress
  • Mengoptimalkan Blokir Render
  • CDN Gambar/ Image
  • dan lain sebagainya

Bila anda mengalami beberapa hal di atas, maka tentunya situs web anda membutuhkan sebuah sentuhan khusus untuk itu.

Sebagai sebuah contoh, mungkin anda pernah melakukan cek kecepatan blog anda, dan menemukan Render Blocking disana seperti gambar berikut ini:

eliminate_render_blocking

Anda dapat mengatasi itu, dengan menggunakan Plugin Autoptimize WordPress ini.

Hanya dengan beberapa klik dan setting tertentu, anda dapat mengatasi masalah Blog anda mengenai Render Blocking, atau sebagainya.

Bisakah Autoptimize Dipadukan Dengan Plugin Cache Lain?

Saya mengatakan bahwa ini dapat dipadukan dengan plugin lainnya.

Sebab, beberapa kali saya mencoba dan itu berhasil.

Tetapi kadang kala, dengan pemahaman saya yang belum banyak tentang Plugin Cache ini, saya merasa bahwa ada trik khusus dalam membuat perpaduan plugin Autoptimize dengan plugin Cache lainnya, seperti W3 Total Cache, Fast Cache, Litespeed Cache, atau lain sebagainya.

Hasil yang didapatkan bila terdapat kesalahan dalam setting Autoptimize justru halaman terasa berat dan memperburuk tampilan.

Itu karena proses minify dilakukan oleh kedua plugin ini secara bersamaan, atau juga mungkin karena alasan lainnya.

Jadi, sebaiknya lakukan Backup Website sebelum melakukan optimasi, agar tidak terjadi kerugian di masa mendatang.

Setting Autoptimize WordPress 2020


orang_berpikir

Sekarang saatnya, saya memberikan beberapa tips yang dapat anda tiru untuk penggunaan WordPress anda.

Ingat, bahwa ini membutuhkan WordPress Self Host.

Sementara di sisi lain, bila anda menggunakan blogger atau WordPress.com, maka tidak banyak yang bisa anda lakukan untuk ini.

Itu karena mereka ada pada server/ hosting yang tidak bisa diakses oleh anda sendiri.

Saya telah mencoba untuk sebuah situs web, dan itu membuat angka yang dinilai lumayan untuk kecepatan waktu muat WordPress saya kala itu.

Langkah 1: Instal Plugin Autoptimize

Sebelum menggunakan, tentunya anda harus menginstal Plugin ini terlebih dahulu.

Silahkan cari di pencarian Plugin WordPress anda, dan temukan plugin Autoptimize disana.

plugin_autoptimize_wordpress

Instal dan aktifkan.

Setelahnya, anda pergi menuju setting Plugin Autoptimize dalam dashboard WordPress anda.

Langkah 2: Setting Plugin Autoptimize WordPress

Untuk dapat melakukan setting plugin, maka anda harus masuk dalam dashboard Autoptimize.

menu_pengaturan_autoptimize

Disana, anda akan diarahkan untuk menuju ke Dashboard Autoptimize, dan melakukan pengaturan disana dengan detail.

Langkah 3: Minify HTML, CSS, dan JS

Minify berfungsi sebagai mengurangi besaran data penggunaan untuk file statis.

Mengapa file statis? Biasanya, HTML, CSS dan JS bersifat statis karena ia adalah kode yang tidak berubah dalam jangka waktu yang dekat.

File ini sangat banyak jumlahnya, itu karena ia berisi kode-kode dan tersimpan dalam file.

Bentuknya semula beragam, tentunya sesuai dengan kemampuan sang Coding dalam menggunakannya.

Ia akan jauh lebih baik, bila berukuran kecil.

Lalu, bagaimana dengan tampilan kode yang cukup banyak itu?

Caranya yaitu dengan minify, yakni mengurangi jumlah penggunaan ukuran file yang tersimpan.

Ini seperti mengurangi karakter yang tidak perlu seperti spasi, atau baris kosong lainnya.

Minify membuat file code tersebut berada dalam satu baris (line) saja, dan itu diyakini dapat mempercepat waktu muat blog.

Langkah 4: CDN Gambar

Pada bagian ini, sebenarnya hanyalah sebuah opsi saja.

Bila anda ingin menggunakan gambar anda pada CDN, maka fitur ini dapat digunakan.

Sebaliknya bila anda berencana untuk tidak menggunakan CDN, maka abaikan bagian ini.

Penting: Anda dapat menggunakan “Lazy Load” gambar bila menggunakan Autoptimize ini.

Jadi, bila anda tidak menggunakan plugin lain untuk Lazy Load gambar, maka anda dapat mencentang opsi ini pada blog anda.

Tips: Jangan gunakan Lazy Load gambar dengan 2 plugin, ini bisa-bisa justru merusak dan menambah berat waktu muat Loading halaman anda.

Biasanya, saya hanya menggunakan Lazy Load saja, tanpa mencentang bagian lainnya.

Ini karena saya hanya menggunakan Plugin Autoptimize untuk optimasi gambar.

Saran lain, ketahui lebih jauh tentang Plugin Optimasi Gambar di WordPress.

Langkah 5: Tab Ekstra

Pada TAB ini, anda akan menemukan berbagai fitur yang menarik dari Autoptimize.

Beberapa fungsi lanjutan, akan anda temukan di bagian ini.

Itu seperti:

  • Google Fonts
  • Emoji
  • Kueri
  • Preconnect
  • Preload
  • dan lain sebagainya

Keseluruhannya ini termasuk pada bagian lanjutan dalam plugin Autoptimize.

Ini adalah penerapan tambahan, untuk menambah kecepatan situs web anda ketika ia dimuat.

1. Google Font, Emoji dan String Kueri

Untuk ketiga bagian ini, saya biasa melakukan optimasi terhadapnya.

Seperti Google Fonts, saya memilih untuk menghapusnya dari situs web saya.

Itu karena saya kesulitan untuk mengatasi masalah tentang Google Fonts ini.

Ketika saya melakukan uji terhadap halaman saya, itu menunjukkan terjadi masalah terhadap pemuatan Google Fonts (CSS), yang membuat waktu halaman saya melambat hingga beberapa milisecond.

Sebenarnya ini tidak terlalu berpengaruh lebih (karena dalam ukuran milisecond), tetapi saya lebih menyukai jalur aman.

Jadi, saya memilih untuk menghapus Google Fonts, dan membiarkan Font Theme saya untuk bekerja disana.

Emoji, adalah sesuatu bagian yang menurut saya memperlambat pemuatan halaman website.

Karena fungsinya tidak begitu diperlukan dalam situs web saya, maka saya memutuskan untuk tidak mengaktifkannya dan berharap ini dapat menambah kecepatan waktu muat situs saya.

String Kueri, sebenarnya saya tidak mengetahui lebih jauh tentang fungsi ini.

Tetapi dalam dashboard Autoptimize, anda dapat melihat informasi bahwa ini tidak mempengaruhi kecepatan, tetapi mempengaruhi skor kinerja.

Jadi, saya juga mencentang ini, agar tidak dioptimasi.

2. Preload, Preconnect dan lainnya

Untuk penggunaan seperti Preload, Preconnect, dan lain sebagainya, saya tidak menemukan masalah.

Jadi, saya tidak mengisi apapun disana.

Biasanya, ini diisi untuk CSS yang terdeteksi “Blockir Render”.

Jadi, bila anda menemukan itu dan ingin tetap mempertahankannya, gunakan URL tempat dimana CSS itu berada, dan letakkan pada disini.

Setidaknya, itu mengurangi waktu pemuatan yang lambat.

setting-autoptimize-wordpress-tab-ekstra

Saya mengira bahwa itu terjadi karena saya menghapus Google Fonts, dan membuat semuanya berjalan dengan baik.

Mungkin bila anda menggunakannya, dan menemukan beberapa masalah pemuatan, anda dapat menggunakan Preload atau Preconnect untuk mengatasinya.

Kesimpulan


kesimpulan

Plugin Autoptimize WordPress dinilai dapat memberikan pengaruh baik terhadap situs web.

Plugin ini menampilkan interface yang mudah dimengerti oleh orang-orang awam, dan tanpa bersentuhan langsung dengan code-code.

Plugin ini juga dapat dilakukan kombinasi dengan Plugin jenis cache lainnya, dengan metode tertentu.

Menariknya, in line CSS yang ditawarkan benar-benar membuat CSS menjadi bersih, dengan tanpa merusak tampilan website.

Bila merasa ada yang ingin ditanyakan, tuliskan itu dalam kolom komentar.

Tinggalkan komentar

0 Shares
Copy link
Powered by Social Snap