Spam Score Blog: Cara Saya Menghapusnya Dari 44% Hingga 1%

Spam Score adalah bagian yang paling sering dijadikan perhatian bagi kalangan blogger. Sebab, beberapa penjelasan tentang spam score ini menggambarkan bahwa ia bukanlah sesuatu yang mendatangkan kebermanfaatan untuk sebuah blog.

Blog yang mendapatkan Spam Score tinggi, justru itu semakin memperburuk keadaan. Itulah anggapan para blogger di luar sana.

Memang benar adanya, bila merujuk pada istilahnya saja, orang-orang sudah dapat memaknainya bahwa Spam Score adalah sesuatu yang tidak diharapkan dalam sebuah blog.

Tetapi saya berhasil melewati fase itu, dimana saya berhasil mengurangi angka Spam Score pada blog saya (bukan blog ini) dari 44% kini menjadi 1%. Bagaimana saya melakukannya? Simak penjelasannya disini.

Apa Itu Spam Score

spam_score_blog

Seorang blogger biasanya tidak asing lagi dengan istilah Spam Score ini. Terkadang bila anda melakukan cek terhadap Domain Authority, anda akan menemukan Spam Score ini pada banyak tools (alat) pengecekan.

Spam Score adalah penilaian terhadap SPAM yang terdapat dalam sebuah URL atau Blog. Ini bisa terjadi pada siapa saja dan Blog siapa saja.

Dalam berbagai Tools, spam score membuat penilaian persentase. Mulai dari 1% hingga 100%.

Perhitungan ini terbalik. Justru semakin sedikit nilai persentase Spam Score, maka sudah barang tentu lebih baik bila dibandingkan angka yang tinggi.

Untuk penilian berdasarkan kategori, saya menemukan beberapa kategori untuk ini melalui MOZ yang menerbitkan artikel tentang Spam Score.

Kategori yang dimaksudkan itu sebagai berikut:

  • 1%-30% kategori RENDAH
  • 31%-60% kategori SEDANG
  • 61%-100% kategori TINGGI

Skor yang ditampilkan pada SPAM bukan selamanya berarti website/ blog yang ada itu mengandung Spam.

Bahkan terkadang, Blog yang ada memiliki postingan yang baik. Tetapi inilah yang menjadi problem bagi sebagian blog-blog yang ada.

Oleh karenanya, memperhatikan Blog harus senantiasa dilakukan agar dapat merampingkan angka Spam Score ini.

Terbitkan konten menarik, dan bersihkan segala bentuk Spam dari Blog.

Sebaliknya, Spam skor yang tinggi membuat kepastian bahwa Blog itu mengandung Spam dan tentunya membutuhkan perhatian.

Bagian 2:
Cara Saya Menurunkan Spam Score

Setelah saya melakukan cek terhadap Domain yang saya kelola, ternyata memperlihatkan Spam Score yang cukup lumayan.

Dari kategori yang ada, hasil cek memperlihatkan domain saya berada di angka 60% dan itu termasuk kategori sedang.

Keadaan ini membuat saya panik pada awalnya, sehingga membuat saya tidak begitu antusias untuk mengembangkan Blog ini, meski memiliki DA-PA yang lumayan (saya pikir).

Tetapi setelah mengetahui beberapa hal tentang Spam Score, ternyata saya menemukan langkah-langkah untuk mengatasi ini, dan itu saya terapkan untuk halaman saya.

…dan hasilnya MEMUASKAN.

contoh-spam-score-lubisel

Dalam kasus saya, saya mencari Domain Expired yang tidak diteruskan oleh pemiliknya. Pada mulanya, domain ini berisikan backlink sebanyak 7000+. Setelah mengupayakan berbagai hal untuk optimasi, sebagian darinya saya hapus dan itu membuat Spam Score saya menurun drastis.

Mari kita mulai untuk menurunkan angka Spam Score.

Deskripsi: Menurunkan Spam Score membutuhkan waktu hingga beberapa minggu untuk hasil yang sempurna. Saya melewatinya beberapa minggu, dan kemudian mendapati perubahan secara perlahan.

  1. Cek Spam Score Melalui Tools

    Pertama, anda semestinya mengetahui tentang seberapa besar jumlah Spam Score anda. Ini dimaksudkan agar anda mengetahui tentang bagaimana blog anda bekerja di internet.

    Saya tidak ingin bercerita tentang blog yang memang berisi SPAM. Tetapi bila sebaliknya, mungkin langkah ini dapat dijadikan sebagai panduan. Jika anda memiliki sebuah Blog yang memang hanya untuk keperluan publikasi pribadi dan dapat dipastikan bahwa itu bukan SPAM, maka langkah ini dapat dijadikan pilihan.

    Kita harus memulai dengan mengetahui seberapa besar jumlah Spam Score yang ada.

  2. Temukan Link Buruk

    Dalam berbagai Tools yang ada, mungkin akan memperlihakan berbagai macam LINK yang masuk ke halaman blog anda, dan ini biasa disebut sebagai Backlink. Backlink termasuk bagian yang sulit untuk dikontrol, terlebih lagi dalam kapasitas yang besar. Itu karena backlink termasuk dalam bagian SEO Off Page, dan berasal dari orang-orang diluar blog anda.

    Jadi pada tahapan ini, yang diperlukan adalah menemukan LINK buruk yang mengarah ke halaman blog anda. Link buruk inilah yang menjadi objek inti dalam kajian ini. Link buruk maksudnya seperti Blog yang masih terindex memberikan Link, namun blog itu sendiri sudah tidak aktif, atau hal lainnya.

    Jadi, tentu saja Link buruk bukanlah sesuatu yang diharapkan dari praktik SEO Off Page. Anda perlu mengantisipasi bagian ini.

  3. Tolak Link Buruk (Dissavow)

    Umumnya disebut sebagai Dissavow, dimana dimaksudkan untuk menolak berbagai Link yang masuk ke halaman blog anda dari luar. Backlink memang berpengaruh penting bagi sebuah blog, terlebih lagi bila itu dikaitkan dengan Authority Domain. Konon katanya, Backlink adalah salah satu cara terbaik untuk mendapatkan Authority yang tinggi.

    Tetapi terkadang, backlink yang didapatkan justru lebih buruk dari apa yang dibayangkan. Maka dari itu, keadaan ini dapat menimbulkan SPAM bagi blog kita. Jadi, langkah praktis yang dapat dilakukan adalah menghapus/ menolak Link buruk yang masuk ke Blog. Anda semestinya mengikuti panduan Dissavow Link yang ada.

  4. Mengganti Link Yang Lebih Baik

    Ini termasuk cara yang terakhir dari cara mengurangi Spam Score yang saya lakukan. Setelah saya melakukan Dissavow Link ke Google, maka beberapa Link akan ditolak dan tentunya mengurangi jumlah Backlink yang ada.

    Tetapi sebelumnya, Blog saya sudah masuk dalam kategori yang “TIDAK BAIK” di penelusuran dari nilai Spam Score yang tinggi. Akhirnya, logika mulai berbicara. Saya mengganti Link yang tellah ditolak sebelumnya, dengan menciptakan konten yang orisinil dan memperbaiki internal Link disana.

  5. Menghapus Halaman Buruk di Search Console

    Selain itu, saya juga melakukan checking melalui Google Search Console. Disana, saya melihat banyak sekali sub-directory yang ada pada Blog saya. Sebenarnya, Blog yang saya maksudkan itu dihasilkan dari Domain Expired. Jadi, sebelumnya telah digunakan oleh orang lain.

    Setelah saya menemukan berbagai halaman dari Sub-Directory yang tidak terpakai itu, saya membuat daftar untuk meminta Google menghapusnya. Tidak ada informasi yang lebih lanjut mengenai hal ini, apakah itu berupa notifikasi bahwa artikel telah dihapus, atau semacamnya. Tetapi yang jelas, saya yakin itu sudah terbuang.

Beberapa langkah yang saya lakukan di atas, membutuhkan sekitar 2 bulan untuk mendapatkan perubahan. Sayangnya, saya tidak memiliki dokumentasi pendukung mengenai hal ini.

Tetapi, secara keseluruhan, yang saya lakukan adalah menemukan link yang rusak, dan menghapusnya baik itu dari internal link, atau dari Backlink yang masuk.

Pada intinya, saya membersihkan ulang Blog saya, agar benar-benar baik dalam penelusuran. Semoga artikel ini membantu.

2 pemikiran pada “Spam Score Blog: Cara Saya Menghapusnya Dari 44% Hingga 1%”

  1. Izin nanya pak, cara nya apa sekedar membuat konten menarik saja? Atau ada langkah lain misal disavow link?
    Brpa lama waktu yg dibutuhkan dari 40% menjadi 1 %?
    Terima kasih

    Balas
    • Halo pak Dimas.
      Kasus saya, saya menolak (dissavow link) lebih dari setengah dari keseluruhan jumlah Backlink saya. Lalu selanjutnya, juga menghapus halaman yang tidak aktif/ rusak melalui Search Console.

      Waktu yang saya butuhkan lebih dari 2 bulan, untuk hasil terakir yang saya dapatkan. Tapi, semuanya itu berlangsung bertahap.

      Sebagai tambahan, saya menggunakan Semrush untuk mendeteksi Backlink yang ada.

      Semoga ini membantu 😃

      Balas

Tinggalkan komentar

0 Shares
Copy link
Powered by Social Snap