Wisuda Daring Lubisel

Mahasiswa

Wisuda Daring Dari Sudut Pandang Mahasiswa: Saya Melakukannya di 2021

Wisuda adalah kebahagiaan setiap mahasiswa, atas tercapainya secara resmi Gelar yang didapatkan selama menempuh perguruan tinggi. Namun, bagaimana tentang wisuda daring? Masa pandemi, mengharuskan segala aktivitas itu dilangsungkan melalui Daring.

Saat ini, saya akan memberitahukan kepada Anda tentang pengalaman mengikuti Wisuda Daring. Disini, anda akan mengetahui tentang:

Jadi, mari kita mulai.

Makna Dasar Wisuda Daring

Daring adalah singkatan dari Dalam Jaringan, yang berarti aktivitas antar manusia yang tidak saling bertemu dalam satu tempat, namun bertemu dalam satu kondisi.

Istilah wisuda diartikan sebagai upacara pelantikan bagi seseorang yang telah menempuh pendidikan. Dalam lingkup akademik, wisuda merupakan penanda atas keberhasilan seseorang mahasiswa dalam mengikuti segala program belajar di perguruan tinggi.

Pada umumnya, wisuda dilakukan dengan berbagai jenis kegiatan teknis. Salah satu aktivitas yang dilaksanakan adalah menyematan Toga, dimana Tali Toga pada masing-masing mahasiswa dipindah dari sebelah kiri ke kanan sebagai simbol akan kelulusan wisudawan/i tersebut.

Wisuda Daring Dari Sudut Pandang Mahasiswa

Aktivitas semacam ini merupakan bagian inti dalam kegiatan wisuda. Oleh karenanya, hal ini juga diterapkan dalam wisuda daring.

Wisuda daring merupakan padanan istilah semata, yang dapat diartikan sebagai kegiatan wisuda yang dilakukan dalam jaringan, yang mempertemukan orang dalam media tertentu (dengan tidak tatap muka langsung). Itu berarti, segala aktivitas yang penting dalam uraian kegiatan wisuda, turut dilaksanakan dalam wisuda daring.

Umumnya, kegiatan wisuda daring dilakukan melalui media belajar seperti Zoom, atau yang lainnya. Pada waktu itu, saya menggunakan dengan aplikasi Zoom.

Tantangan Wisuda Daring

Ini merupakan bagian yang penting untuk diketahui bersama. Bagaimana wisuda daring itu diterapkan, dan apa saja yang menjadi tantangannya di masa mendatang.

Selama mengikuti kegiatan wisuda daring ini, saya mendapati beberapa hal yang mungkin digolongkan kepada tantangan wisuda daring ini. Beberapa hal yang dimaksudkan itu sebagai berikut:

1. Berkurangnya Fokus

Wisuda daring membuat para wisudawan/i dan seluruh panitia pelaksana berada dalam lokasi yang berbeda, meski dalam waktu yang sama. Mereka tidak akan berada dalam satu tempat, dan kontrol dari panitia juga terkadang terhambat.

Fokus disini lebih mengarah pada wisudawan, dimana para peserta terkadang abai terhadap uraian aktivitas yang dilaksanakan. Mengapa ini bisa terjadi?

Sebab, sangat masuk akal bila dikatakan sulit untuk mengontrol orang-orang yang berada jauh dari jangkauan kita. Mungkin itu adalah istilah yang sesuai untuk para panitia/ pelaksana acara wisuda.

Terkadang, fokus itu diabaikan. Sehingga acara berlangsung dengan begitu saja, tanpa adanya perhatian lebih yang sifatnya lebih spesifik.

2. Koneksi Yang Tidak Stabil

Berkelana dengan koneksi yang berputar di udara, sangat mungkin untuk ketidakstabilan. Jaringan itu sifatnya dinamis, bukan statis. Jadi, dalam waktu tertentu bisa saja buruk, bahkan lebih parahnya lagi bisa saja Lose Connection.

Tidak ada yang dapat mengontrol akan hal ini, kecuali pengguna itu sendiri. Dalam kegiatan wisuda, agar terlaksana dengan baik semestinya para wisudawan itu memperhatikan jaringan mereka.

Namun, meski sudah diperhatikan dengan sebaik mungkin, masih tetap saja tidak dapat menutup kemungkinan untuk terjadinya Lose Connection terhadap jaringan yang ada, karena ia bersifat dinamis.

Keadaan ini tentu saja merugikan sang wisudawan, karena kegiatan wisudanya terhalang dengan koneksi yang buruk. Terlebih lagi, pada waktu yang bersamaan itu ia memiliki peran penting, yaitu penyematan Toga. Sungguh menyedihkan bukan?

3. Kontrol Ratusan Pengguna

Tahukah anda berapa orang yang akan di wisuda tahun ini? Di kampus tempat saya belajar, saya dan teman yang akan di wisuda mencapai lebih dari 600 orang. Itu adalah angka yang cukup besar bukan?

Pertanyaan yang paling besar adalah bagaimana mengontrol orang sebanyak ini hanya dari media online? Itu sangat sulit. Belum lagi dari sektor peserta, yang terkadang disana-sini tidak terhubung karena berbagai alasan tertentu. Ini membuat sulit bukan?

Hal itu masih tergolong masuk akal, dimana panitia tentu saja akan kesulitan dalam mengontrol. Salah satu jalan keluar terbaik adalah dengan pemahaman yang cukup terhadap seluruh peserta, dalam tata cara mengikuti kegiatan Wisuda Daring ini.

Baiknya, saya mendapati dokumen berupa tata cara pelaksanaan wisuda daring, sehingga dalam pelaksanaannya ini membantu saya untuk mengetahui rangkaian acara dan bagaimana saya harus bersikap.

Kesimpulan

Wisuda Daring memang belakangan ini menjadi hal yang umum dilakukan perguruan tinggi, dikarenakan kondisi pandemi yang tak kunjung usai. Hal ini dinilai baik, meski mengandung banyak kekurangan bila dibandingkan dengan aktivitas nyata. Ini adalah opsi terbaik untuk keadaan darurat.

Bagaimana dengan kegiatan wisuda anda? Ceritakan dengan kami disini. Mungkin itu cerita yang menarik bagi kami, dan mengandung banyak ilmu baru disana.

Wisuda Siska Wulandari Lubis

Artikel dari

Siska Wulandari Lubis, S.Pd

Saya senang menulis segala hal yang saya lewati, sama seperti abang saya Reza.

2 pemikiran pada “Wisuda Daring Dari Sudut Pandang Mahasiswa: Saya Melakukannya di 2021”

Tinggalkan komentar

0 Shares
Copy link
Powered by Social Snap